Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa Presiden AS sedang mempertimbangkan beberapa kandidat untuk posisi Ketua Federal Reserve setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir.
Salah satu nama yang cukup mengejutkan muncul adalah Janet Yellen, mantan Ketua The Fed sekaligus mantan Menteri Keuangan di era Presiden Joe Biden.
Menurut Bessent, proses seleksi ini akan fokus pada kapabilitas ekonomi dan rekam jejak profesional, bukan sekadar latar belakang politik atau ideologi.
Dampak Potensial terhadap Kebijakan Moneter
1. Pendekatan Moderat dan Berbasis Data
Kembalinya Yellen dapat menjadi tanda bahwa Gedung Putih siap mengedepankan kebijakan moneter yang lebih stabil, dengan pengambilan keputusan berbasis data ekonomi, bukan tekanan politik.
2. Pengaruh pada Suku Bunga dan Pasar Keuangan
Pergantian pimpinan The Fed biasanya memicu antisipasi pasar.
Bessent sendiri mendorong agar suku bunga diturunkan 0,50% pada pertemuan bulan September mendatang, yang bisa menjadi katalis positif bagi pasar saham dan obligasi.
3. Menjaga Independensi The Fed
Meskipun Presiden memiliki hak untuk menunjuk Ketua The Fed, kebijakan moneter tetap berada di bawah kewenangan Federal Open Market Committee (FOMC). Struktur ini penting untuk menjaga independensi bank sentral dari pengaruh politik jangka pendek.
Profil Singkat Tokoh
Janet Yellen
- Ketua Federal Reserve periode 2014–2018.
- Menteri Keuangan AS periode 2021–2023.
- Terkenal dengan kebijakan moneter yang hati-hati dan fokus pada stabilitas ekonomi.
Scott Bessent
- Mantan manajer investasi Wall Street, pendiri Key Square Group.
- Diangkat sebagai Menteri Keuangan sejak awal 2025.
- Dikenal aktif memberikan pandangan tentang kebijakan suku bunga dan manajemen utang negara.
Kandidat Lain yang Masuk Radar
Selain Janet Yellen, beberapa nama lain yang disebut-sebut menjadi kandidat Ketua The Fed berikutnya antara lain:
- Stephen Miran
- Kevin Warsh
- Kevin Hassett
- Christopher Waller
Proses seleksi masih berlangsung, dan kemungkinan besar keputusan final akan diumumkan sebelum pertemuan Fed bulan September.
Kesimpulan
Kabar bahwa Presiden AS mempertimbangkan Janet Yellen untuk kembali memimpin Federal Reserve menjadi sorotan utama dunia finansial.
Jika terpilih, kebijakan moneter AS berpotensi bergerak ke arah yang lebih dovish, yang bisa mempercepat penurunan suku bunga dan berdampak pada pasar global.
Investor dan pelaku pasar akan terus memantau perkembangan ini menjelang keputusan resmi.